LAPORAKN KEGIATAN PKL

 

LAPORAN
PRAKTEK KERJA LAPANGAN II
PT.PUSAKA MEGAH BUMI NUSANTARA
KEBUN RANTAU BARU
RIAU

 

Tugas Khusus

MENGITUNG TAKSASI PANEN ESOK HARI DAN REALISASINYA

MUHAMMAD FIKIH AL-AZMI NASUTION
1401159
BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN

 

 

 

SEKOLAH TINGGI ILMU PERTANIAN
AGROBISNIS PERKEBUNAN
MEDAN
2017
BERITA ACARA
UJIAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN II

Pada hari Selasa,tanggal 9 Februari 2016 telah dilaksanakan ujian Praktek Kerja Lapangan II atas nama :
Nama : Muhammad Fikih Al-Azmi Nasution
NIM : 1401159
Program Studi : BUDIDAYA PERKEBUNAN
Judul Tugas Khusus : Menghitung taksasi panen esok hari dan realisasinya
Catatan Penguji :
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Medan, 2017

Penguji,

 

( )

 

 
LEMBAR PERSETUJUAN

Judul Tugas Khusus : Menghitung Taksasi Panen Esok Hari dan Realisasinya
Nama : M.Fikih al-azmi Nasution
NIM : 1401159
Program Studi : BUDIDAYA PERKEBUNAN

 

 

Menyetujui,
Pembimbing Kebun

 

Arief Rahman Yusuf

Pembimbing I

 

Saroha Manurung, SST,. MP

 

 

 

Mengetahui,
Manager Kebun

 

Bedian Satria

Ketua Program Studi

 

Guntoro, SP. MP

KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji dan syukur khadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan berkah dan karunia serta kemudahan sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan pelaksanan kegiatan ini.
Penulisan laporan kegiatan yang berjudul “Menghitung Taksasi Panen Esok Hari dan Realisasinya” ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa jumlah tenaga kerja panen yang akan dipakai, serta tonase yang akan dicapai dan juga kendala-kendalanya dilapangan.
Makalah budidaya tanaman terkhusus kelapa sawit ini disusun untuk memenuhi syarat tugas setelah Praktek Kerja Lapangan (PKL) II diadakan.
Makalah ini berisi penjelasan singkat tentang pelaksanaan PKL di lokasi PKL, metode belajar, metode kerja,metode pengumpulan informasi, metode bimbingan, dll.
Penulis mengucapkan terimkasih kepada Dosen Pembimbing dan kebun tempat diadakannya PKL.Kritik dan saran dari pengguna atau pembaca makalah ini diharapkan untuk memperbaiki makalah secara berkesinambungan.

 

 

Rantau Baru, September 2017

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
DAFTAR TABEL iii
DAFTAR GAMBAR iv
PENDAHULUAN 1`
LatarBelakang 1
Tujuan Pelaksanaan PKL 2
TINJAUAN PUSTAKA 3
Sejarah Singkat ……………………………………………………. 3
Syarat Pertumbuhan ………………………………………………. 3
Teknik Penanaman ……………………………………………….. 5
METODE PELAKSANAAN 6
Waktu dan Tempat Pelaksanaan 6
Metode 6
HASIL DAN PEMBAHASAN 7
Profil Perusahaan PT.PMBN KRB…………………………… 7
Sejarah 7
Keadaan Umum 7
Uraian Kegiatan PKL 13
TUGAS KHUSUS 16
Latar Belakang 16
Perumusan Masalah 16
Tujuan 16
Metode 17
Hasil dan Pembahasan 18
Kesimpulan 24
KESIMPULAN 25
Kesimpulan 25
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

DAFTAR TABEL
No. Judul Hal
Tabel Pusingan Panen
Tabel Produksi Harian

DAFTAR GAMBAR

No. Judul Hal
Sensus Angka Kerapatan Panen
Peta Seksi Panen
Taksasi potong buah
Penyusunan Rencana Kerja Harian
Kegiatan panen (potong buah)
Struktur Organisasi panen

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan tanaman multiguna yang dapat memberikan banyak manfaat. Tanaman ini dapat mengahasilkan minyak sawit dan minyak inti sawit. Selain itu, tanaman kelapa sawit dapat menghasilkan bahan biodiesel, lumpur sawit dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ternak, tandan kosongnya dapat digunakan sebagai pupuk organik, serta pulp kayunya digunakan untuk bahan baku pembuatan kertas.
Oleh karena itu, tanaman kelapa sawit banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia, perkebunan besar negara maupun perkebunan besar swasta. Sehingga produksi kelapa sawit di Indonesia dapat berpengaruh terhadap melambungnya nilai devisa negara (Sukamto, 2008).
Minyak kelapa sawit memiliki keunggulan apabila dibandingkan dengan minyak nabati lainya seperti minyak kelapa, minyak biji bunga matahari ataupun minyak kedelai. Keunggulan tersebut dapat kita lihat dari total produksi dalam per hektar tanaman kelapa sawit lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain, tanaman kelapa sawit memiliki umur ekonomis yang panjang, resiko kegagalan budidaya kecil dan penggunaan kelapa sawit beragam.
Dari keunggulan tersebut yang membuat permintaan atas minyak kelapa sawit terus meningkat. Tercatat pada tahun 2008, produksi Crude Palm Oil (CPO) mencapai 17.539.788 ton, hasil ini meningkat drastis sebesar 150 % dari tahun 2000 yang hanya mencapai produksi CPO sebesar 7.000.508 ton dengan rata-rata peningkatan 18.8 %/tahun. Produktivitas kelapa sawit untuk Indonesia mulai dari tahun 2003-2009 mencapai rata-rata 3.27 ton/ha. produktivitas yang terbesar dimiliki oleh Perusahaan Besar Swasta (PBS) yaitu rata rata 3.59 ton/ha, disusul oleh Perusahaan Besar Negara (PBN) dengan rata-rata 3.48 ton/ha dan Perusahaan Rakyat (PR) sebesara 2.97 ton/ha.
Ekspor CPO pada tahun 2013 mencapai 20.572,2 ton dengan rata rata peningkatan nilai ekspor mencapai 22.24 %/tahun. CPO ini dikirim ke beberapa negara yaitu India, China, USA dan beberapa negara Uni Eropa (Direktorat Jendral Perkebunan, 2013).

Usaha untuk mencapai hasil yang menguntungkan, tentu saja petani ataupun perusahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia harus menerapkan teknik budidaya kelapa sawit yang baik dan benar sehingga menghasilkan mutu produksi kelapa sawit yang berkualitas. Untuk meningkatkan mutu produktivitas kelapa sawit sangat ditentukan oleh kualitas pemeliharaan dan cara pamanenan kelapa sawit (Fauzi, 2012).

 

Tujuan Pelaksanaan PKL
Setelah mengikuti kegitan ini peserta diharapkan mencapai kompetensi berikut sesuai prodi masing-masing :
Peserta Prodi BDP
Peserta dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan perkebunan/unit afdeling, perencanaan pekerjaan, pengawasan dan pelaporan hasil kerja penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, pengendalian hama dan penyakit, pengendalian gulma, panen, dan pengangkutan hasil sesuai kondisi pekerjaan di lokasi PKL.
Peserta memahami prinsip pengelolaan SDM, pengelolaan keungan kebun, serta dapat menghitung kebutuhan HK di kebun, mampu menghitung harga pokok produksi, dapat menyusun RKAP untuk kebun, serta dapat menyusun laporan keuangan kebun.
Peserta memahami dan dapat menerapkan prinsip pengelolaan lingkungan serta sitem manajemen mutu di perkebunan.
Peserta dapat menunjukkan profesionalisme kerja, tanggung jawab, disiplin, etika profesi, komunikasi efektif, pengambilan keputusan dan kepemimpinan yang baik.
Peserta prodi TPHP
Peserta mengetahui dan dapat menerapkan prinsip-prinsip serta tata cara pengoperasian PKS, dapat mengidentifikasi kesiapan operasional awal serta proses shut down PKS, mampu mengontrol operasi pabrik, mengontrol bahan baku, mengontrol standard operasional setiap alat/bahan/stasiun, mengontrol Sistem Pembangkit Tenaga, menerapkan prinsip managemen ocial, menerapkan prinsip perawatan pabrik,ampu menjaga kapasitas olah, stagnasi, menyusun serta menerapkan strategi pengendalian mutu olah dan kehilangan produksi di PKS.
Peserta memahami dan menerapkan prinsip pengelolaan lingkungan, memahmi baku mutu limbah PKS, mengetahui prinsip pengendalian dan pengelolaan limbah, serta dapat melakukan control terhadap baku mutu limbah PKS, serta memahami dan mampu menerapkan system manajemen mutu di PKS.
Peserta memahami prinsip pengelolaan SDM, pengelolaan keuangan PKS, mampu menghitung harga pokok produksi, dapat menyusun RKAP untuk PKS, serta dapat menyusun laporan keungn PKS.
Peserta dapat menunjukkan profesionalsime kerja, tanggung jawab, disiplin, etika profesi, komunikasi efektif, pengambilan keputusan dan kepemimpinan yang baik.

 

 

 

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

Sejarah Singkat
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan tanaman multiguna yang dapat memberikan banyak manfaat. Tanaman ini dapat mengahasilkan minyak sawit dan minyak inti sawit. Selain itu, tanaman kelapa sawit dapat menghasilkan bahan biodiesel, lumpur sawit dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ternak, tandan kosongnya dapat digunakan sebagai pupuk.

Klasifikasi botani Kelapa Sawit adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi       : Angiospermae Kelas              : Monocotyledonae
Ordo : Areceales Keluarga        : Arecaceae Genus            : Elaeis Spesies          : Elaeis guineensis jacq.

Syarat Pertumbuhan
2.2.1 Iklim
Suhu udara yang baik bagi pertumbuhan tanaman antara 24-28 derajat C.
Kelembaban tinggi sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman karet.
Curah hujan optimal antara 1.500-2.000 mm/tahun
Tanaman karet memerlukan lahan dengan  penyinaran matahari antara 5-7 jam/hari.

2.2.2 Media Tanam
Hasil karet maksimal didapatkan jika ditanam di tanah subur, berpasir, dapat melalukan air dan tidak berpadas (kedalaman padas yang dapat ditolerir adalah 2-3 meter).
Tanah Ultisol yang kurang subur banyak ditanami tanaman karet dengan pemupukan dan pengelolaan yang baik. Tanah latosol dan aluvial juga dapat ditanami karet.
Keasaman tanah yang baik antara pH 5-6 (batas toleransi 4-8)

3.  Penyiapan Benih
Biji karet diambil dari tanaman karet berumur 10 tahun di kebun induk khusus atau kebun di areal produktif. Biji yang akan dijadikan benih harus memantul, mengkilat, dan bobotnya tinggi (berat). Benih disimpan di dalam cold storage 7-10 derajat C agar dapat tahan sampai 2 bulan. Untuk pengiriman jarak jauh, benih dengan kesegaran minimal 70% dicampur dengan serbuk gergaji lembab (1:1) atau dicampur sphagnum (1,25 kg sphagnum/2500 benih). Benih dan medianya dimasukkan ke dalam kantung plastik yang dilubangi oleh perforator (isi kantung plastik 2.000 benih). .

4.Pembibitan
Areal pembibitan mempunyai solum yang tebal, lahannya datar dan dekat sumber air.Pengolahan tanah dilakukan sebelum tanam. Bibit ditanam dalam  jarak tanam (dalam susunan segitiga) yang tergantung dari umur bibit dan jenis bibit: a)  Bibit satu tahun: 35 x 35 x 50 cm, jumlah bibit= 34.080 bibit/ha b)  Bibit dua tahun: 45 x 45 x 50 cm, jumlah bibit= 17.664 bibit/ha

5.   Pengolahan Media Tanam
Terdapat dua macam penanaman karet: (1) penanaman ulangan setelah tanaman pertama tidak ekonomis lagi (replanting) dan (2) penanaman baru (new planting).
Di bawah ini akan diuraikan pengolahan tanah untuk penanaman baru:
Membabat tanaman yang tumbuh, dimulai dari tanaman yang kecil kemudian pohon besar.
Pembasmian alang-alang dengan herbisida jika diperlukan
Tanah dibongkar dengan cangkul/traktor sehingga sisa akar terangkat.
Membersihkan sisa akar dari dalam tanah dan permukaan tanah.
Biarkan tanah sampai tidak ada tanda-tanda bahwa alang-alang akan tumbuh lagi.
Pembuatan teras untuk tanah dengan kemiringan > 10 derajat. Lebar teras minimal 1,5 dengan jarak antar teras tergantung dari jarak tanam.
Pembuatan kotak (kotak kayu panjang) pada tanah landai. kotak berguna untuk menampung tanah yang tererosi. Jika sudah penuh isi kotak dituangkan ke areal di sebelah atas kotak.
Pembuatan saluran penguras dan saluran pinggiran jalan yang sesuai dengan kemiringan lahan dan disemen.
Pembuatan jalan.

Teknik Penanaman
Penentuan Pola Tanaman
Pola tanam karet dibagi berdasarkan tingkat pertumbuhan atau  umur  tanaman, yaitu:
Pada waktu tajuk belum menutup, hampir semua tanaman dapat ditanam di lahan diantara tanaman karet ditanam tanaman sela.
Pada waktu tajuk sudah saling menutup, hanya tanaman yang tertutup naungan dapatditanam di antara tanaman karet.
Pola tanam karet muda (0-3 tahun), merupakan tumpang sari dengan tanaman pangan (padi gogo, jagung, kedele dan kacang tunggak), tumpang sari pisang, nanas, cabe, jagung dan semangka.Sedangkan pola tanam karet dewasa (> 3 tahun), adalah tumpangsari dengan kapulaga/jahe.

Pembuatan Lubang Tanam
Secara umum, karet ditanam dengan  jarak tanam 7 x 3 m. Untuk itu jarak antar teras adalah 7 m. Lubang tanam untuk okulasi stump mini adalah (60 x 60 x 60 cm), sedangkan untuk stump tinggi berumur 2-3 bulan adalah (80 x 80 x 80 cm). Gundukan lapisan tanah atas dipisahkan dari lapisan tanah bawah. Keperluan bibit untuk 1 ha dengan jarak tanam 7 x 3 meter adalah 476 pohon.

Cara Penanaman                Bibit ditanam sedemikian rupa sehingga akar tunggang lurus masuk ke dalam tanah. Jika bibit berasal dari okulasi, bibit dan plastiknya dimasukkan ke dalam lubang tanah dan dibiarkan 2-3 minggu. Setelah itu kantong plastik dibuka dan tanah galian dimasukkan kembali ke lubang tanam.

BAB III
METODE PELAKSANAAN

Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilakukan pada tanggal 9 Februari 2016 sampai dengan 9 April 2016 berlokasi di PTPN VII Unit Usaha Way Berulu, Desa Kebagusan, Kec. Gedongtataan, Kab. Pesawaran, Provinsi Lampung.

Metode
Metode Pelaksanaan PKL
Unit Usaha Way Berulu mempunyai empat afdeling, Pembibibitan karet, Kebun Entres, Kebun Kakao, Pabrik SIR (Standard Indonesian Rubber), Pabrik RSS (Rubber Smoke Seed).
Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode praktik di lapangan.Peserta dilibatkan dalam pekerjaan pengelolaan kebun dan PKS, termasuk perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pelaporan hasil pekerjaan.
Hal ini dimaksudkan untuk mendorong mahasiswa/i mampu mengembangkan atau mengemukakan pikiran dan pendapatnya serta mampu menuangkannya dalam bentuk tulisan yang sistematis, logis, dan dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, meningkatkan kreativitas mahasiswa/i dalam penulisan yang bersikap objektif dan ilmiah, sebagai pertanggungjawaban mahasiswa/i yang telah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang berkaitan dengan program keahliannya masing-masing, dan sebagai salah satu bukti bahwa yang bersangkutan telah melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dengan baik.

 

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

 

Profil Perusahaan PTPN VII Unit Usaha Way Berulu
PT Perkebunan Nusantara VII Unit Way Berulu merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor Perkebunan Indonesia dan salah satu Unit Bisnis dari 28 Unit Bisnis yang dikelola PT Perkebunan Nusantara VII dan berada dalam wilayah Distrik Lampung.
Visi Menjadikan Perusahaan Agroindustri & Agrobisnis yang tangguh & berkarakter Global. Misi
 Menjalankan bisnis perkebunan karet, kelapa sawit, teh dan tebu dengan menggunakan teknologi budidaya dan proses pengolahan yang efektif serta ramah lingkungan
 Mengembangkan bisnis industri yang terintegrasi dengan bisnis inti (karet, kelapa sawit, teh dan tebu) dengan menggunakan teknologi terbarukan.
 Membangun tata kelola bisnis yang efektif.
 Mewujudkan daya saing guna menumbuhkembangkan perusahaan.
 Memelihara dan meningkatkan stakeholders value.
Sejarah
Unit Way Berulu berasal dari Nasional perusahaan Perkebunan Milik Belanda yang dilaksanakan serentak oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 03 Desember 1957 dengan luas areal 2.381 Ha.
Keadaan Umum
Unit Way Berulu berada sekitar 20 Km dari Kantor Pusat PTPN VII , tepatnya berada di Desa Kebagusan, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Batas-batas Wilayah Usaha Way Berulu adalah sebagai berikut: Sebelah Utara : Desa Tanjung Rejo, Kalirejo dan Sukabanjar Sebelah Selatan : Desa Wiyono dan Kebagusan Sebelah Barat : Desa Bagelen, Tataan, Bogorejo dan Sukaraja Sebelah Timur : Desa Taman Sari, Burnung dan Sungai Langkat
Total luas areal perkebunan Unit Way Berulu adalah 2.383,67 Ha dengan komposisi sebagai berikut ;
AREAL
LUAS (Ha)
%

TBM
170
7

TM
1620
68

Entres
8,76
0,4

Kebun Benih Kakao
20
1

Lain-Lain
564,91
24

Total
2.383,67
100

 

Produktivitas Tanaman Karet di perkebunan Unit Way Berulu mulai tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada tabel dibawa
Kakao Unit Way Berulu : Unit Way Berulu memiliki tanaman Kakao dengan Luas 20 Ha. Produksi tanaman kakao Unit Way Berulu di utamakan untuk memenuhi kebutuhan benih pihak ketiga dan masyarakat umum

Unit Way Berulu memiliki 2 (dua) Pabrik Pengolahan Karet :

Produksi SIR HG Unit Way Berulu :

Produksi RSS Unit Way Berulu :

Penjualan Produk Unit Way Berulu :

Produk SIR yang dihasilkan oleh PPKR Unit Way Berulu dipasarkan di pasaran lokalJakarta dan di eksporke beberapa kota di luar negeri seperti: Norfolk (USA), Morehead City (USA), Shanghai (China), Kobe (Jepang), Osaka (Jepang)

 

 

Struktur Organisasi Unit Usaha Way Berulu :

Pekerja Way Berulu mayoritas tinggal di daerah sekitar Unit Berulu.Selain itu, banyak pekerja yang telah bekerja turun-temurun sehingga tercipta rasa memiliki dan loyalitas kepada perusahaan. Unit Berulu merupakan salah satu Unit di lingkungan PTPN VII yang berada di Kabupaten Pesawaran yang memiliki jumlah tenaga kerja cukup besar apabila dibandingkan dengan perusahaan lain di wilayah Kabupaten Pesawaran. Kabupaten Pesawaran, khususnya di lingkungan Kecamatan Gedongtataan, penduduknya merupakan campuran dari suku Jawa, Sunda, penduduk asli, Batak, Padang, dan sebagian kecil suku lainnya. Namun dominasi suku di luar penduduk asli Lampung adalah mayoritas suku Jawa.Hal ini juga tergambar pada komposisi pekerja di Unit Way Berulu yang mayoritas berasal dari suku Jawa dan penduduk asli, sedangkan lainnya adalah Sunda, Batak, maupun suku Padang.
Tanggung Jawab Sosial &Lingkungan :
Dengan pencanangan Program kegiatan yang mengedepakan pemberdayaan masyarakat melalui “Program Kegiatan PTPN 7 Peduli” dengan Visi yang terkandung adalah mampu menciptakan dan mendukung keberlanjutan perusahaan melalui harmonisasi kepentingan perusahaan, hubungan sosial kemasyarakatan dan lingkungan, maka PTPN VII mempunyai 7 Program Utama PTPN 7 Peduli yaitu : – Peduli Kemitraan – Peduli Bencana Alam – Peduli Pendidikan – Peduli Kesehatan – Peduli Pembangunan – Peduli Keagamaan – Peduli Pelestarian Lingkungan
Sebagai wujud kepedulian Unit Way Berulu kepada masyarakat sekitar, telah diberikan bantuan berupa Dana Community kepada masyarakat/ desa sekitar berupa sarana infrastruktur (Perbaikan Jalan), dalam bidang pendidikan berupa beasiswa anak berprestasi dan pelatihan budidaya tanaman karet bagi petani, dalam bidang keagamaan mendukung sarana ibadah, serta melaksanakan pelestarian lingkungan di sekitar Unit Way Berulu sejalan dengan program pemerintah yaitu “Penanaman 1000 pohon dengan pemberian bantuan bibit kakao, dibidang kesehatan juga mengadakan khitanan masal, dll. Sebagai tanda dukungan akan program pemerintah, diwujudkan dalam peduli kemitraan berupa pemberian bantuan pinjaman lunak untuk pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM).
Beberapa Penghargaan yang pernah diraih PTPN VII Unit Usaha Way Berulu :
No
Jenis Kegiatan
Tingkat/Penyelenggara
Tahun

1
Penghargaan Indusri Hijau, Level-4
Kementerian Perindustrian (Nasional)
2013

2
Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER peringkat BIRU)
Kementrian Lingkungan Hidup (Nasional)
2013

3
Penghargaan kecelakaan Nihil (Zero Accident)
Kementrian Tenaga kerja dan Transmigrasi RI
2014

4
Penghargaan respon sangat baik dalam penyampaian data statistik industri perkebunan
Badan Pusat Statistik RI (Nasional)
2014

5
Juara Ke- II (Dua) Lomba KB Perusahaan Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2014
Badan Kependudukan & Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung
2014

6
Industri Hijau Level 5
Kementrian Perindustrian (Nasional)
2014

7
Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER peringkat HIJAU)
Kementrian Lingkungan Hidup (Nasional)
2014

8
Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER peringkat BIRU)
Kementrian Lingkungan Hidup (Nasional)
2015

9
Industri Hijau Level 4
Kementrian Perindustrian (Nasional)
2015

10
Penghargaan kecelakaan Nihil (Zero Accident)
Kementrian Tenaga kerja dan Transmigrasi RI
2015

 

Uraian Kegiatan PKL II
Penyadapan Karet
Penyadapan karet adalah teknik pelukaan kulit dengan menggunakan pisau sadap atau pisau sodesi yang teratur pada bidang sadap sehingga mengeluarkan getah atau lateks.
Penyadapan atau pemanenan lateks pada tanaman karet dilakukan agar perusahaan perkebunan karet dapat memperoleh bahan baku berupa karet alam yang akan diolah dalam bentuk SIR (standart indonesia rubber) dan RSS (rubber smoke sheet).
Tahap-tahap kerja :
Tarik scrap dan kumpulkan
Lakukan penyadapan dengan membuat sodokan pada ujung lalu tarik dengan mengikuti alur sadap dengan kemiringan 40 derajat dan ketebalan kulit 1-1,5mm
Pastikan lateks mengalir ke mangkok
Lakukan penyadapan secara berurutan baris/baris dan pokok/pokok

Tes Sertifikasi Calon Penyadap
Tes Sertifikasi Calon Penyadap adalah kegiatan menyeleksi calon penyadap yang hasil tesnya sebagai bahan pertimbangan Sinder Afdeling untuk menentukan kelas dan golongan seorang penyadap.Waktu pelaksanaan pukul 13.00 setelah penyadap menyetor hasil sadapan ke STL (stasiun tempat lateks).
Tahap-tahap kerja :
Seorang penyadap mendapat 5 pohon di tes lalu di nilai cara menyadap seorang itu dengan pemakaian kulit dalam sadapan
Ukur ketebalan kulit yang terpakai oleh seorang penyadap dalam 5 pohon tersebut, kemudian di catat
Ukur kedalaman sadapan menggunakan jarus speksi
Kumpulkan hasil penilaian kepada sinder afdeling
Lalu rata-ratakan ketebalan kulit yang terpakai berdasarkan 5 pohon sampel yang di sadap

Pengobatan Penyakit KAS (Kering Alur Sadap)
KAS (kering alur sadap) mengakibatkan keringnyaalur sadap sehingga tidak megeluarkan lateks.Penyakit KAS disebabkan karena penyadapan yang terlalu seringa dan penggunaan bahan perangsan lateks secara berlebihan.
Tahap-tahap kerja :
Kulit batang yang terserang di kerok dan di sisakan 3-4 mm dari kambium
Lalu di lumasi / di semprot lamda sihalotrin dengan konsentrasi 0,3% sebanyak 3-4 kali interval 7 hari
Hari kedua kulit di lumasi dengan NOBB
Pengobatan menggunakan NOBB sebanyak 3 kali yaitu hari pertama, hari ke 30 dan hari ke 60 setelah di kerok

Pengangkutan Produksi Lateks
Pengangkutan Produksi Lateks adalah kegiatan mengangkut prosuksi lateks dari STL (Stasiun Tempat Lateks) menuju Pabrik Pengolahan.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjamin hasil produksi kebun tiba di pabrik dengan mutu dan dalam waktu yang tepat.
Tahap-tahap kerja :
Kendaraan angkutan dalam keadaan sehat
Tanki lateks dalam kondisi bersih dan kering
Setiap truk tanki membawa amoniak 20% sejumlah 5 liter yang sewaktu-waktu siap digunakan untuk menjaga mutu lateks (mencegah terjadinya prakuogulasi) dan karung goni untuk menutup pintu tanki
Angkut produksi di upayakan tepat waktu
Rute angkutan sesuai rencana panen hari ini dan penggabungan produksi dari beberapa afdeling

Stimulansi
Stimulansi adalah kegiatan mengoleskan zat perangsang prosuksi lateks pada bidang sadap dengan tujuan untuk mendapatkan prosuksi lateks maksimal. Rotasi aplikasi stimulansi : TM 1 : 3 bulan sekali, TM 2 : 2 x sebulan, TM 3 – TM 10 : 2 x sebulan.
Tahap-tahap kerja :
Bersikan alur sadap dari scrap yang telah beku, mulai dari alur sadap kiri atas sampai ke alur kanan bawah
Oleskan stimulan (GEA) dengan dosis 0,5 gr / pokok

Perhitungan DRC ( Dry Rubber Content) / K3 (Kadar Karet Kering)
Bertujuan untuk mengetahui DRC / kadar karet kering (K3) yang di produksi dari tanaman karet di suatu areal. Kegiatan ini dilakukan setelah mobil produksi membawa lateks dari STL (stasiun tempat lateks) ke pabrik.Alat yang digunakan adalah Mangkuk, Neraca, Pengaduk, Lateks, Sodium, Asam semut, Kain kering, Tabel K3, Mesin penggiling.
Tahap-tahap kerja :
Timbang lateks seberat 100 gr
Lalu masukkan asam semut 10 gr dan sodium 11 gr ke lateks yang sudah di timbang
Lalu di aduk sampai menggumpal
Giling lateks tersebut yang sudah menggumpal sebanyak 12 kali
Hasil gilingan di keringkan dengan di lap dengan kain kering
Hasil gilingan yang benar benar kering di timbang di neraca, lalu di catat dan di sesuaikan dengan tabel K3 yang ada di pabrik

 

 

 

 

 

BAB V
TUGAS KHUSUS

Latar Belakang
Tanaman karet (Hevea brasilliensis) merupakan tanaman tahunan yang memiliki siklus hidupselama kurang lebih 25 tahun. Hal ini berarti bahwa pemilihan bahan tanam/bibit tanaman dilakukan sekali dalam 25 tahun. Pemilihan bahan tanam harus dipertimbangkan secara cermat, karena adanya kekeliruan dalam pemilihan bahan tanam akan berdampak negatif terhadap produksi yang akan dihasilkan nantinya. Umumnya tanaman tahunan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan dinikmati beberapa tahun kemudian.
Bibit karet yang baik adalah bibit yang unggul dan bermutu. Bibit karet yang dianjurkan adalah bibit karet yang berasal dari klon unggul sesuai dengan potensinya, yang diperbanyak secara okulasi. Bahan tanam bermutu baik ialah bahan tanam yang dipelihara dengan baik sehingga pertumbuhan cepat dan seragam, Sehingga dapat mempersingkat masa Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).
Urutan pada setiap tahap kegiatan dalam pengadaan bahan tanam adalah cara untuk mendapatkan bahan tanam karet yang bermutu baik. Pekerjaan sejak dari pemilihan biji untuk batang bawah, pengecambahan, pembibitan batang bawah, pelaksanaan okulasi, pemilihan entres sampai pembibitan tanaman di polibeg harus mengikuti norma-norma yang telah ditetapkan. Kegiatan-kegiatan tersebut saling terkait, sehingga saling mempengaruhi satu sama lain. Kesalahan dalam pelaksanaan satu jenis kegiatan dapat menghasilkan bahan tanam yang tidak bermutu baik (Nugroho, 2009).

Perumusan Masalah
Apa itu Pembibitan Langsung Polybag ?
Bagaimana Penerapannya dalam Perkebunan ?

Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut.
1.  Mengetahui teknik pembibitan karet yang baik dan benar pada Pembibitan Langsung Polibag (PLP)
2.  Mengetahui hal-hal yang dilakukan dalam pemeliharaan kebun entres dan batang bawah tanaman karet
3.  Mengetahui teknik okulasi yang baik dan benar pada tanaman karet
4.  Terampil dalam melakukan okulasi karet.

Metode
a.  Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini meliputi cangkul, sabit, gembor, koret, pisau okulasi, cutter, ayakan 0,5 cm, gunting stek,kain lap, plastik, dan polibag. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini meliputi bibit karet batang bawah, entres, benih karet, air, dan pupuk.
b. Prosedur Kerja
Prosedur kerja yang digunakan dalam praktikum adalah sebagai berikut.
c.   Pemeliharaan
Pemeliharaan dalam praktikum ini meliputi penyiangan gulma, pemangkasan, dan pemupukan.

1.  Penyiangan Gulma
Dilakukan penyiangan gulma pada kebun entres dan batang bawah digunakan cangkul, koret dan sabit untuk membersihkan lahan dari gulma. Penyiangan bertujuan agar tidak terjadi kompetisi dalam mendapatkan nutrisi antara gulma dengan tanaman karet.

2.  Pemangkasan
Dilakukan pemangkasan pada kebun entres dengan membuang tunas-tunas lateral pada batang primer menggunakan cutter atau gunting stek agar kayu entres yang dihasilkan kelak akan panjang dan banyak mata prima yang dapat digunakan sebagai calon batang atas.

3.  Pemupukan
Dilakukan pemupukan pada kebun entres dan batang bawah karet dengan dosis 20 gram per tanaman entres dan 10 gram per tanaman batang bawah.Sebelum dipupuk, dibuat rorak melingkar seukuran tajuk tanaman.Pupuk dimasukkan dalam rorak dan ditimbun kembali karena unsur nitrogen mudah menguap. Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk mutiara dengan kandungan NPK 15:15:15. Setelah dipupuk, kemudian tanaman disiram dengan air agar pupuk larut dan dapat diserap oleh tanaman.

Hasil dan Pembahasan
Pengertian Pembibitan Langsung Polibag
Pembibitan Langsung Polybag adalah ( PLP ) adalah pembibitan untuk mempersiapkan batang bawah yang dilakukan langsung pada polibag.  Pada awal penyemaian benih langsung ditanam ke polibag.
Persemaian
Sebelum dideder, bijiterlebih dahulu diambil dari kebun biji, kemudian diseleksi dan diperiksa kesegarannya dan daya lentingnya. Pada pembibitan awal akan menghasilkan kecambah yang akan dipindahkan ke lahan yang telah disiapkan. Biji dideder sampai menghasilkan kecambah dan siap ditanam memerlukan waktu 10-14 hari.Perawatan kecambah samai siap diokulasi dinamakan pembibitan utama.
Bibit okulasi sebagai perbaikan klon karet diperoleh dari pembiakan tanaman secara vegetative.
Kebutuhan benih
Dasar untuk menghitung bibit adalah jarak tanam yang digunakan, yang erat hubungannya dengan pertumbuhan benih (viabilitas dan vigor benih) dan kualitas kerja.PTP Nusantara VII (persero) saat ini menggunakan jarak tanam/kerapatan. Hal ini akan memeudahkan dalam menghitun kebutuhan bibit per Ha dengan rumusn:
P = Kebutuhan bibit = Luas lahan
Jarak tanam
Apabila jarak tana/kerapatan adalah 5m x 3.2 m, maka kebutuhan pohon (bibit) per Ha adalah:
P = 10.000 m2
5 m x 3,2 m
Jika :
Daya kecambah (viabilitas) = 80%
Kecambah yang baik (vigor) = 90%
Kecambah yang hidup setelah dipindahkan = 80%
Bibit yang baik setelah diseleksi = 80%
Bibit siap okulasi = 90%
Hasil Okulasi jadi = 80%
Siap salur kelapangan/polybag = 90%
Kebutuhan benih per Ha karet dihitung dengan menggunakan rumus :
(Faktor Koefesien x P) + 20% dimana :

-20 % adalah kenutuhan benih untuk penyulaman/penyisipan. Dengan demikian kebutuhan benih per Ha tanaman karet adalah : (3,35 x P) + 20% = (120% P x 3,35) = 4,20 P
Jika rencana akan menanam seluas A Ha, maka kebutuhan benih menjadi 4,02 P x A. Penyiapan benih perlu menjadi perhatian khusus karena merupakan tahapan kritis dalam proses penyediaan bahan tanaman. Keberhasilan tanaman sangat ditentukan oleh kualitas bibit.
Pengumpulan benih karet
Benih karet yang baik adalah benih yang dikumpulkan dari klon yang memang khusus dibuat.Jika tidak tersedia, benih karet biasanya dikumpulkan dari tanaman jenis klon LCB 1320 dan GT-1.Untuk daerah Lampung, panen biji biasanya pada bulan Februari – April dan Sumatera Selatan pada bulan Maret – Mei. Biji laret yang akan dijadikan benih diambil dari tanaman yang berumur mnimal 8 tahun dan harus sehat, minimal dalam kompleks seluas 10 Ha. Pemungutan biji pendahuluan dilakukan dua hari sebelum pengumutan biji untuk benih.Setiap pengumplan benih dicatat tanggal pengumpulannya, jumlah, klon, lokasi adal benih dan tanggal penerimaan.
Seleksi benih
Seleksi kualitas benih karet untuk dapat berkecambah dilakukan dengan memeriksa kesegaran dan kepentalan/kelentingan benih.Kesegaran benih karet diperiksa dari warna endosperm dan lembaga. Benih karet yang masih segar biasanya mempunyai kulit keras yang licin dan mengkilat. Benih karet yang terletak diatas tanah basah, beberapa hari akan menhgalami pelapukan bagian kulitnya yang licin, sehingga warnanya menjadi pudar, ini merupakan contoh bibit yang tidak segar. Cara lain untuk mengetahui kesegaran biji adalah dengan mengambil sampel biji sebanyak 100 biji untuk tiap 200 liter biji dengan beberapa ulangan. Biji sampel kemudian dibelah dan diperiksa bagian dalamnya (endosperem).Bila hasil pengamatan sampel 70% biji menunjukkan keadaan baik, yaitu endospermnya berwarna putih murni sampai kekuning-kuningan, secara keseluruhan diharapkan biji-biji tersebut memiliki daya tumbuh yang baik.Biji-biji yang endospermnya berwarna kuning kecoklatan sampai hitam dan keriput, adalah biji yang jelek.
Lahan bedengan pengemcambahan
Paling ideal bedengan dibuat membujur utara-selatan dengan menghadap ke timur agar matahari pagi menyinari bedengan dengan ukuran :
Panjang bedengan 10-20 m dan lebar 1,2 m
Pembuatan bibitan pada musim buah besar selesai 1 bulan atau 6 minggu, dan lama pengencambahan 2 minggu.
Kebutuhan luas bedengan untuk dederan = 4,019 x P x A m2
Dimana :
P : Kerapatan pohon/Ha
A : Luas lahan yang akan ditanami
Lebar bedengan : 1,2 m
Jumlah benih/m : 1000
Lama pengecambahan : 2 minggu
Pembuatan bibitan : 6 minggu
Bedengan dibuat dari lapisan pasir setebal 5-10 cm. Dinding bedengan dinuat dari papan, bamboo atau kayu bulat. Jarak bedengan satu dengan yang lain 1-1 m. Untuk membuat bedengan 20 x 1,2 m cukup dengan tenaga 4-6 HK. Pada tempat terbuka, bedengan diberi atap/naungan dari daun ilalang atau dengan daun kelapa. Atap dibuat menghadap ke timur, dibagian depan tinggi 1,2 m dan bagian belakang 0,8 m. Jika pembuatan bedengan dibawah naungan seperti dibawah TM, maka atap tidak perlu dibuat.
Mendeder
Benih yang datang pada hari itu harus selesai dideder pada hari itu juga. Mendeder dilakukan dengan cara :
Perut benih (finiculus) menghadap kebawah
Benih ditekan kedalam pasir, punggung benih rata dengan permukaan pasir/serbuk gergaji
Mata benih menghadap kesatu arah
Jarak antar 2 benih adalah ± cm dan jarak antar barisan adalah ± cm (jarak tanam benih yang dideder adalah 1 x cm)
Setelah selesai mendeder, benih ditutup dengan lalang atau goni
Penyiraman dilakukan 2 x tiap hari, yaitu pagi dan sore
Kapasitas mendeder ± 2.500 biji per HK dimana 1 HK = 1000 kecambah atau 1 HK = 7 jam kerja/hari
Penyiraman dilakukan dengan gembor, dan waktu penyiraman dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Bila ada hujan kecambah tidak disiram
Untuk menghindari serangga (terutama semut) dan jamur dilakukan penyemprotan dengan insektisida atau fungisida.
Memindahkan kecambah
Setelah 3-5 hari dideder, benih mulai ada yang tumbuh
Setiap hari diperiksa dan benih yang mulai keluar ujung akarnya diangkut dalam tampah atau goni basah dengan hati-hati untuk dipindahkan.
Benih yang berpenyakit langsung dibuang
Setelah 2 minggu sejak benih dideder, benih yang tidak tumbuh digantikan dengan yang baru. Prestasi kerja 1 HK = 1000 kecambah
Kapasitas menanam/memindahkan kecambah 1.000-2.000 benih/HK
Dalam pemindahan kecambah ke persemaian, dikenal 3 macam stadium kecambah, yaitu stadium bintang, stadium pancing, dan stadium jarum.Secara teori ketiga stadium tersebut dapat dipindahkan ke persemaian, namun yang terbaik adalah stadium pancing.Pemindahan stadium bintang mempunyai kelemahan yaitu perkembangan akar belum cukup kuat untuk menembus tanah, bakal batang belum cukup, sehingga bila menutup kecambah terlalu padat, maka bakal batang sulit menembus tanah.Sedangkan pada stadium jarum, kelemahannya adalah lebih peka terhadap cahaya matahari, lebih peka terhadap serangga dan akar serta batang lebih banyak mengalami kerusakan waktu pencabutan dan pengankutan.
Setelah 10-14 hari sejak dideder,benih umumnya telah berkecambah. Pemindahan benih dilakukan sewaktu kecambah masih pendek, yaitu saat kecambah masih pendek, dan kecambah hamper membentuk daun pada fase “bayonet”. Pemindahan saat demikian akan mengurangi kemungkinan patahnya lembaga dan akar tunggang.
Pembibitan utama adalah persemaian ditempat pemeliharaan bibit yang akan diokulasi.Di persemaian ini, bibit akan dipelihara beberapa bulan sampai tiba saatnya okulasi dilaksanakan, yaitu pada saat bibit berumur sekitar 8-12 bulan.

Persiapan lahan pembibitan
Lahan harus sudah bersih, dan lengkap dengan instalasi air dan jalan sebelum penanaman kecambah di lakukan.  Supaya mudah dalam perawatan dan transportasi. Lahan yang di siapkan untuk pembibitan yaitu 5×15 meter
Menyiapkan media tanam
Untuk melakukan pembibitan kita perlu menyiapkan media tanam sebagai media tumbuh dari tanaman yang kita budidayakan, untuk media tanam yang kita gunakan adalah top soil ( tanah lapisan atas ) Media tanam di ayak dengan saringan 1 x 1 cm untuk mencegah masuknya gumpalan-gumpalan tanah serta bersih dari sampah serta kotoran lainya berupa kerkil dan sisa-sisa akar.

Pengisian Polibag
Polibag diisi dengan top soil yang telah di siapkan, Plibag yang digunakan yaitu plibag yang berukuran 15 x 23 cm dengan ketebalan 0,1 mmberwarna hitam dan memiliki lubang draenase, Polybag diisi dengan tanah sampai ¾  bagian dari polibag tersebut, kemudian polibag di susun pada bedengan yang telah di siapkan.

Pembuatan Papan informasi
Pembuatan papan informasi bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan sumber bibit kelapa sawit, serta untuk mengetahui keseragaman usia bibit di pembibitan untuk keperluan penanaman di lapangan. Dengan menggunakan papan triplek yang berukuran 20 x 30 cm dengan warna dasar putih dan tulisan warna hitam

Penanaman Kecambah
Cara penanaman benih karet :
Buat lubang pada polibag dengan menggunakan jari/ dapat langsung menekan biji karet di permukaan tanah.
Tanah tidak boleh di padatkan.

Penyiraman
Penyiraman adalah salah satu perlakuan pemeliharaan yang terpenting dan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya terutama dalam pembibitan. Penyiraman bibit dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore).Bila pada malam hari turun hujan > 8 mm, maka besok paginya tidak perlu disiram. Kebutuhan air adalah 0,2 – 0,3 liter per poly bag per hari. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan selang air yang dilengkapi dengan kepala gembor di ujungnya, sehingga tidak terjadi erosi pada permukaan tanah babybag, Penyiraman dapat juga dilakukan dengan gembor dan persediaan air diambil dari drum yang ditempatkan pada pembibitan.

Pemupukan
Pemupukan dalam pembibitan perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan unsure hara pada tanah di dalam polybag.Pupuk yang di gunakan yaitu NPK dengan dosis 5 gram / polybag.

Okulasi
Disiapkan alat-alat yang digunakan terlebih dahulu seperti pisau okulasi, kain lap dan plastik.
Dibuat dua irisan secara vertikal pada batang bawah sebagai jendela okulasi dengan panjang sekitar 5 cm dan lebar sepertiga dari lilit batang dengan ketinggian 7 – 10 cm dari permukaan tanah.
Diambil mata tunas dari batang entres sebagai perisai entres dengan membuat irisan secara vertikal, dan dibuat lebih kecil dari ukuran jendela okulasi
Dibuka jendela okulasi kemudian perisai entres dimasukkan kedalam jendela dan ikat dengan plastik dengan kuat sampai air tidak dapat masuk.
Setelah 2 minggu plastik dibuka dan dilukai sedikit. Jika masih berwarna hijau maka okulasi berhasil dan jika berwarna coklat maka okulasi gagal.

KESIMPULAN

Kesimpulan yang didapat pada praktikum ini adalah sebagai berikut.
1.  Pembibitan Langsung Polibag ( PLP ) adalah pembibitan untuk mempersiapkan batang bawah yang dilakukan langsung pada polibag.  Pada awal penyemaian benih langsung ditanam ke polibag.
2.  Pemeliharaan di pembibitan karet batang bawah dan kebun entres meliputi penyiangan, pemupukan, dan pemangkasan.
3.  Okulasi merupakan perbanyakan secara vegetatif dengan cara menempelkan mata tunas pada batang bawah yang keduanya bersifat unggul.
4.  Teknik mengokulasi tanaman karet ada dua macam, yaitu okulasi hijau dan okulasi coklat. Batang bawah untuk okulasi hijau berumur 5 – 8 bulan dengan diameter 1,5 cm. Sedangkan untuk okulasi coklat, batang bawah yang digunakan berumur 9 – 18 bulan dengan diameter batang lebih dari 1,5 cm.

 

 

 
BAB VI
KESIMPULAN
Dunia perkebunan berperan penting bagi perekonomian negara karena pada dasarnya negara Indonesia terletak tepat di garis Khatulistiwa yang artinya memiliki iklim yang cocok bagi tanaman komoditi karet yang akan memberikan devisa negara yang cukup tinggi
Fasilitas yang tersedia di PTPN VII Unit Way Berulu,disediakan guna menunjang untuk tercapainya suatu kinerja yang baik antar pekerja.
Praktek Kerja Lapangan bertujuan untuk meningkatkan kualitas lulusan STIP-AP dan mempersiapkan mahasiswa menjadi tenaga terampil yang dapat berkompeten di dunia kerja
Peserta PKL STIP-AP MEDAN sebagai praktikan, ditempatkan langsung di lapangan sesuai dengan jurusan yang diambil sebagai pemonitoring kegiatan pekerjaan perusahan dalam kurung waktu 2 bulan.
Selama kegitan PKL berlangsung, mahasiswa memperoleh bimbingan dari Sinder Kepala selaku instruktur, yang bertugas membimbing dan memberikan penilaian kepada peserta PKL selama pelaksanaan berlangsung.

Iklan

Pos blog pertama

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini. Jika Anda membutuhkan bantuan, bertanyalah kepada orang-orang yang ramah di forum dukungan.